Demi Genjot Angka Kelahiran, Pemerintah Jepang Jadi Mak Comblang

Jepang adalah negara dengan angka pertumbuhan warga lanjut usia tercepat di dunia, timpang dengan angka kelahiran yang minim. Jika didiamkan, maka populasi Jepang akan menurun drastis, mengancam perekonomian negara itu.

www.japanskiexperience.com

Salah satu penyebabnya adalah keengganan warga Jepang untuk menikah dan memiliki anak. Untuk mendorong pernikahan, akhirnya pemerintah terpaksa turun menjadi agen perjodohan alias mak comblang. 

Perdana Menteri Shinzo Abe bahkan telah menyisihkan 3 miliar yen (Rp335 miliar) pada anggaran fiskal 2014 untuk mengadakan acara perjodohan di seluruh Jepang. Tujuannya, memperbaiki angka populasi yang menurun setengahnya dibanding enam dekade lalu.

Acara perjodohan ini diselenggarakan oleh pemerintah lokal di seluruh Negeri Sakura. Pemerintah pusat memberikan dana hingga 40 juta yen (Rp4,4 miliar) untuk proyek-proyek meningkatkan pernikahan dan kelahiran, termasuk acara perjodohan.

Di acara bernama 'Machikon' itu, sekitar 200 pemuda dan 200 pemudi dipertemukan. Suasananya dibuat seromantis mungkin, untuk menghadirkan chemistry antar dua sejoli. Salah satunya di prefektur Kochi, sekitar 500 mil sebelah Barat Tokyo.

Penyelenggara menyediakan kopi dan kue, sementara piano memainkan musik cinta. "Ini adalah kesempatan terakhir untuk mengambil solusi masalah populasi," kata Gubernur Kochi, Masanao Ozaki, seperti dikutip harian Telegraph.

Salah satu pesertanya adalah Sayaka Inoue, 28. Dia mengaku sudah tiga kali mengikuti acara perjodohan seperti ini, namun belum ada yang cocok. Dia menargetkan menikah di usia 30 tahun. "Saya merasa perlu keluar dan mencari kesempatan bertemu orang-orang. Sulit menemukan jodoh jika ada di usia saya," kata dia.

Tingkat kelahiran Jepang tahun lalu adalah yang terendah sejak penghitungan dimulai tahun 1899, yaitu menyusut jadi 1,03 juta. Tahun 2013, populasi Jepang hanya 244.000. Jika tren itu terus terjadi, maka populasi Jepang akan berkurang sepertiganya pada 50 tahun mendatang.

Sumber
iklan

0 Response to "Demi Genjot Angka Kelahiran, Pemerintah Jepang Jadi Mak Comblang"

Posting Komentar

Silahkan berkomentar: